Postingan

PEMILU BUKAN KEMENANGAN RAKYAT TAPI KEMENANGAN PARA KAPITALIS

PEMILU: BUKAN KEMENANGAN RAKYAT, TAPI KEMENANGAN KAPITALIS! Sdh menjadi rahasia umum, sebagian besar Caleg menggunakan politik uang. Maka wajar jika jadi, mereka tdk lg berpihak kpd rakyat, kenapa? Krn mereka menganggap, mereka menjadi anggota dewan bukan krn amanah dr rakyat, tp mereka "beli" suara rakyat shg bagi mrk tdk ada kewajiban utk berpihak kpd rakyat.. Lalu berpihak kpd siapa?  Jelaslah berpihak kpd yg bisa memberikan manfaat "materi" kpd mereka, utk mengembalikan modal dan utk memperkaya diri... Lalu siapa yg bisa memberikan manfaat "materi" kpd mereka?  Jelaslah Para Kapitalis! Karena itu partai manapun yg menang, caleg manapun yg menang, capres manapun yg menang... yg jelas pemilu bukan kemenangan rakyat, tp kemenangan kapitalis!

GOLPUT MENANG LAGI

                                          GOLPUT MENANG LAGI ======================================================= TEMPO.CO, Jakarta - Angka golongan putih (Golput) atau warga yang tidak menggunakan hak pilihnya pada pemilu 2014 diduga lebih tinggi ketimbang pemilu-pemilu sebelumnya. "Kami memprediksi angka golput kali ini mencapai 34,02 persen," kata Rully Akbar, peneliti Lingkaran Survei Indonesia (LSI), Rabu, 9 April 2014. Rully mencatat, angka golput pada pemilu 1999 hanya 10,21 persen. Pada pileg 2004 angkanya naik menjadi 23,34 persen dan pada pemilu legislatif 2009 naik lagi menjadi 29,01 persen. Kali ini, berdasarkan perhitungan cepat LSI, angka Golput 34 persen, jauh mengungguli suara PDI Perjuangan (19,67%) atau Golkar (14,54%) dan Gerindra (11,86%) dan Demokrat...

KENAPA PARTAI 'ISLAM' SUARANYA KECIL ?

KENAPA PARTAI ISLAM SUARANYA KECIL ?   Karena masyarakat makin sekuler ?   - Betul.   Karena ada gerakan golput ?   - Ntar dulu bung.   Masyarakat Islam mencari partai Islam yang : 1. Konsisten antara kata dan perbuatan, terutama di elitnya. 2. Berani terang-terangan memperjuangkan konsep Islam yang lugas. 3. Menunjukkan memiliki orang-orang yang kredibel dan kapabel. 4. Tidak menjual suara konstituennya untuk koalisi dengan partai sekuler. 5. Kampanyenya harus beda dengan partai sekuler. 6. Konsisten dalam dakwah, tidak cuma jelang pemilu. Kalau mereka mendapatkan ini, peluangnya sangat besar mereka tidak akan golput.  (Ust. Prof. Fahmi Amhar)

HUKUM PEMILU PRESIDEN

بسم الله الرحمن الرحيم Hukum Pemilu Presiden             Tidak lama lagi, negeri ini kembali akan menyelenggarakan pemilihan presiden (Pilpres) untuk memilih Presiden dan Wakil Presiden sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan negeri ini. Dalam pandangan Islam, P ilpres lebih tepat dikaitkan dengan fakta akad nashb ar-ra’is ad-dawlah (pengangkatan kepala negara) yang hukumnya terkait dengan dua hal, yaitu person dan sistem.   Dalam kaitannya dengan person, dalam Islam seorang kepala negara harus memenuhi syarat-syarat in’iqad,   yaitu sejumlah keadaan yang akan menentukan sah dan tidaknya orang menjadi kepala negara, yakni (1) Muslim; (2) Baligh; (3) Berakal; (4) Laki-laki; (5) Merdeka; (6) Adil atau tidak fasik; dan (7) Mampu melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya sebagai kepala negara. Tidak terpenuhinya salah satu saja dari syarat-syarat di atas, cukup membuat pengangkatan seseorang menjadi ke...

HUKUM SYARA BERPARTISIPASI DALAM PEMILU DEWAN LEGISLATIF

بسم الله الرحمن الرحيم Hukum Syara’ T entang Partisipasi Dalam Pemilihan Dewan Legislatif Tidak lama lagi, di Indonesia akandiselenggarakan pemilihan umum (pemilu). Pemilu ini dilakukan untuk memilih anggota DPR dan 34 orang anggota DPD.Demikianjugadilakukanuntukmemilihpresidendanwakilpresiden.PemiluDewan Perwakilan Rakyat (DPR) pusatdan Daerah (DPRD) serta Dewan Perwakilan Daerah (DPD)akandiselenggarakanpadatanggal 9 April 2014, sedangkanpemilupresidendanwakilpresidenakandiselenggarakanpadatanggal 9 Juli 2014 mendatang.  Sesungguhnya pemilu anggota Dewan Legislatif itu, terhadapnya berlaku hukum wakalah dalam syariah Islam. Wakalah hukum asalnya adalah mubah (boleh).   Hal ituberdasarkanhadits yang diriwayatkanoleh Jabir bin Abdullah ra, ia berkata:  اَرَدْتُ الْخُرُوْجَ اِلىَ خَيْبَرَ فَأَتَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ فَقَالَ: « إِذَا أَتَيْتَ وَكِيْلِيْ بِخَيْبَرَ فَخُذْ مِنْهُ خَمْسَةَ عَشَرَ وَسَقًا» (رواه ابو داود و صححه). ...